Jalan-jalan Pagi bisa saja dilakukan dengan mengajak si kecil untuk mereguk kesegaran. Selain dapat menikmati kesejukan embun dan matahari bangkit dari tidur malamnya. Akan tetapi apakah semua ini juga berhasil positip? Mungkin juga tidak ya?
Jika acara jalan-jalan pagi ini dilakukan di lokasi yang masih bebas dari pengaruh pencemaran lingkungan, artinya udara yang dihirup masih murni tentu saja semua akan baik-baik saja. tetapi karena kondisi lingkungan yang tidak mendukung untuk kegiatan tersebut tentu saja kita harus mempertimbangkan dua kali. Faktor utama adalah apakah oksigen atau udara yang kita hirup disaat pagi ini benar-benar sehat? baru saja saya mengantar istri berbelanja ke pasar pagi-pagi benar, sambil menunggu istri tercinta memilih barang yang akan dibelinya saya parkir di pinggir jalan pasar tersebut. Menunggu itu membosankan. Wuah... memang beberapa saat saya hanya melihat ramainya lalu lintas yang beradu kecepatan di jalan depan saya parkir.
Tiba-tiba mata saya tertarik pada seorang bapak muda yang sedang mendorong kereta bayinya. Seorang anak berusia sektar 1 tahunan naik dalam kereta dorong itu. Lantas terbersit dalam pikiran, wah memanjakan anak dengan jalan pagi dan ingin mendapatkan kesegarannya. tetapi mungkin saja si bapak muda itu tidak sadar bahwa udara yang diberikan untuk buah hatinya tidaklah sebaik yang diharapkan. Deru motor yang sangat ramai itu tentu saja mengeluarkan emisi karbon yang sangat berbahaya untuk kesehatan. Bukankah gas karbon memiliki partikel yang berkarakter berat jenis lebih besar sehingga tentu saja berada pada lapisan bawah? Waduhh... kasiahan benar anak kecil itu. Bapaknya tidak sadar bahwa ia telah memaksa sia anak untuk bernafas kedalam lembah karbondioksida yang pekat. Belum lagi resiko keramaian lalu lintas yang sangat padat di saat jam sibuk seperti itu.


No comments:
Post a Comment